Comparative Income Analysis of Partner and Non-Partner Shallot Farmers in Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.55173/agriscience.v9i2.196Abstract
Reality shows that there is an income gap between farmers partnered with PT Tani Bawang Sejahtera and non-partner farmers, even though ideally partnerships should be able to promote equitable profits. This study aims to: 1) analyze the partnership pattern between PT Tani Bawang Sejahtera and its partner farmers; and 2) analyze the income differences between PT Tani Bawang Sejahtera partner farmers and non-partner farmers. This research was conducted in Babakan Subdistrict, Cirebon Regency, with the research process taking place from October 2025 to January 2026. The research design is considered a comparative quantitative study with a survey research technique. The population of this study consists of red onion farmers who are both partners and non-partners. Data analysis was conducted using a two-sample independent mean difference test (independent sample t-test). The study results showed that partner farmers had an average production cost of IDR. 175,610,184, revenue of IDR. 445,726,071, and income of IDR. 270,115,887, while non-partner farmers had a production cost of IDR. 174,596,638, revenue of IDR. 292,063,141, and income of IDR. 117,466,503. Based on the difference test analysis using the independent sample t-test, the significance was found to be 0.000 and the mean difference was positive, indicating a difference between the incomes of partner and non-partner farmers, with partner farmers having a higher average income.
References
Badan Pusat Statistik. (2024). Kabupaten Cirebon dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Cirebon.
Basoly, R. A. I., Rauf, A., & Indriani, R. (2023). Manajemen Kelembagaan Usahatani Bawang Merah Di Kecamatan Paguyaman. AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 7(2), 121–129.
Deperiky, D., Santosa, S., ampuh Hadiguna, R., & Nofialdi, N. (2021). Manajemen Rantai Pasok Agroindustri Bawang Merah di Nagari Alahan Panjang: Profil dan Identifikasi Masalah. Jurnal Daya Saing, 7(1), 73–80.
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon. (2023). Laporan Tahunan Kinerja Sektor Hortikultura Tahun 2023. Dinas Pertanian.
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon. (2024). Data Produktivitas dan Biaya Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Cirebon. Dinas Pertanian.
Elizabeth, R., Em, G. I., & Ivan, G. S. (2021). Akselerasi pengembangan agribisnis, kelembagaan kemitraan implementasi mewujudkan pensejahteraan petani hortikultura. Mimb. AGRIBISNIS J. Pemikir. Masy. Ilm. Berwawasan Agribisnis, 7, 1726–1739.
Hidayat, Y. R., Jaeroni, A., & Sukanata, I. K. (2021). Komparasi Efisiensi Pemasaran pada Skema Rantai Pasokan Bawang Merah di Kabupaten Indramayu. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 5(3), 641–654.
Hutabarat, A. H., & Nawawi, Z. M. (2023). Kontribusi Kemitraan PT Berkah Rosul Bersaudara terhadap Pendapatan Kelompok Tani Bekancan Bawang Merah di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 4(2), 301–313.
Kusuma, K., Kurniawan, A., & Ruliansyah, K. (2024). Dinamika Kemitraan dan Daya Saing Petani di Wilayah Agribisnis Jawa Barat. Jurnal Agrium, 5(2), 15–31.
Lestari, E. (2024). Sistem Pengembangan Agribisnis Petani Bawang Merah (Studi Kasus Desa Pajeng Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro). Interdisciplinary and Multidisciplinary Studies: Conference Series, 2(1), 182–190.
Martono, R. V. (2019). Dasar-Dasar Manajemen Rantai Pasok. Bumi Aksara.
Melati, N. S. K., Madina, A. P., Sawitri, I., Dewani, M. R. K., Antriyandarti, E., & Mandasari, P. (2024). Peningkatan Kinerja Usahatani Hortikultura Melalui Pengembangan Pola Kemitraan Agribisnis: Studi Kasus Kelompok Tani Sidoluhur, Desa Cabeyan, Kabupaten Sukoharjo. Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, 12(1), 31–41.
Muslifah, W. I., Setiadi, A., & Prasetyo, E. (2022). Analisis Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah Pada Lahan Irigasi dan Tadah Hujan di Kabupaten Pati Jawa Tengah. Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 6, 1216–1226.
Rianto, S., Ismarlin, I. F., & Listyowati, A. A. (2023). Pemberdayaan Petani melalui Usaha Tanaman Bawang Merah (Allium cepa. L) di Desa Mirit, Kebumen. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 30(2), 80–86.
Sinambele, L. P. (2014). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Graha Ilmu.
Soekartawi, S. (2017). E-Agribisnis: Teori dan Aplikasinya. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI).
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (M. Dr.Ir. Sutopo, S.PD (ed.); 1st ed.). ALPABETA.
Suharsimi, A. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (3rd ed.). Rineka cipta.
Suryani, I., Jaja, S., & Kiki, K. (2023). Kemitraan Agribisnis dan Ketahanan Ekonomi Petani Sayuran. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness), 4(5), 20–35.
Unaradjan, D. D. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif. Penerbit Unika Atma Jaya Jakarta.
Winarno, M. E. (2018). Buku Metodologi Penelitian. Malang. Universitas.
Yuliastri, D. A., Fariyanti, A., & Tinaprilla, N. (2022). Pengaruh Kemitraan terhadap Efisiensi dan Risiko Usahatani Bawang Merah di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness), 10(1), 53–62.
Zaman, N., Purba, D. W., Marzuki, I., Sa’ida, I. A., Sagala, D., Purba, B., Purba, T., Nuryanti, D. M., Hastuti, D. R. D., & Mardia, M. (2020). Ilmu Usahatani. Yayasan Kita Menulis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agricultural Science

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










